Minggu, 30 September 2012

tawuran sman 70 dan sman 6


VIVAnews - Tawuran pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta kembali terjadi. Satu pelajar dari SMAN 6, Alawi Yusianto Putra, tewas. Dua temannya, Dimas dan Faruq, terluka.

Tawuran pelajar dari kedua sekolah ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pelajar kedua sekolah beberapa kali terlibat tawuran.

Meski bentrokan pelajar ini sering terjadi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merasa tidak perlu menegur Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Kemendikbud juga tak menegur kepala sekolah kedua SMA itu.

"Kami rasa tidak perlu menegur, mereka bukan pelaku tawuran," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud, Ibnu Hamad saat berbincang denganVIVAnews, Selasa 25 September 2012.

Menurut Ibnu, saat ini yang paling penting bukan menegur dan saling menyalahkan. "Yang paling penting bagaimana kepala dinas mengkoordinasikan jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi," katanya.

Ibnu sendiri mengakui bahwa Kemendikbud belum memiliki kajian khusus untuk mengatasi tawuran antara pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta ini. Meskipun tawuran pelajar kedua sekolah yang berdekatan ini terjadi beberapa kali. "Sejauh ini, saya belum mendengar adanya kajian itu," katanya. (eh)


Tawuran SMA 6 dan SMA 70 Didukung Oknum Senior dan Alumni
Oknum senior dan alumni turut terlibat dalam persoalan ini.
Selasa, 25 September 2012, 22:52Eko Priliawito, Siti Ruqoyah

VIVAnews - Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan sudah membicarakan masalah hukum terkait peristiwa penyerangan yang dilakukan murid SMAN 70 terhadap SMAN 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Polisi mengundang guru dari kedua sekolah, perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Solusi terbaik dalam menyelesaikan masalah tawuran antar dua sekolah yang sudah sering terjadi itu sudah menemui titik terang.

Menurut Ketua Komite SMAN 70, Ricky Agusiadi, tidak semua siswa yang berada disekolahnya serta merta ikut dalam setiap tawuran. Sebagian siswa memang selalu terlibat dalam tawuran dan sebagian besar siswa hanya ikut-ikutan saja.

Tawuran itu, lanjut dia juga didorong dari dukungan para oknum senior dan alumni dua sekolah yang jaraknya tidak berjauhan itu.

"Memang masalah ini tidak semudah membalikkan tangan. Sekarang kita hanya bisa memberi nyaman dan aman sama siswa yang ada. Sekarang, keamanan juga sudah diberikan jaminan dari pihak berwajib," ujar Ricky usai pertemuan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Guna meredam aksi tawuran, sekolah sudah sering memanggil alumni dan meminta solusi jangka panjang untuk menyelesaikan masalah ini. Ternyata, ada oknum yang mengatasnamakan alumni yang menjadi pemicu. Mereka sudah dinyatakan dikeluarkan dari SMAN 70 dan SMAN 6. (adi)
JAKARTA, KOMPAS.com — Apa yang dikhawatirkan masyarakat dari tawuran pelajar yang hampir setiap hari terjadi di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, akhirnya benar-benar terjadi. Satu pelajar SMA Negeri 6 Jakarta tewas dalam tawuran yang terjadi di sekitar KFC Bulungan, siang ini.
"Yang meninggal teman saya di kelas X SMA 6," kata El Farouq Hassan (15), yang ditemui di RS Muhammadiyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).
Menurut Farouq, seusai jam sekolah, bersama beberapa teman, mereka nongkrong sebentar di 7Eleven Bulungan. Saat itulah tiba-tiba puluhan pelajar SMA 70 Jakarta datang menyerang dengan senjata tajam. Salah seorang dari kelompok penyerang sempat mengayunkan senjata tajam yang menyabet dada Alawi.
"Waktu lihat dia terluka, kami langsung bawa dia ke sini. Tapi enggak ketolong," kata Farouq.
Sekitar pukul 14.10 WIB, jenazah telah dibawa ke RSUP Fatmawati untuk menjalani visum.

Tawuran SMAN 70 dan SMAN 6, Satu Pelajar Tewas
Tawuran Pelajar | oleh Wahyu SK
Posted: 24/09/2012 14:38
Liputan6.com, Jakarta: Pelajar SMAN 70 dan SMAN 6 Jakarta kembali terlibat tawuran di ruas Jalan Bulungan Raya, Jakarta Selatan, Senin (24/9). Satu korban meninggal dunia akibat luka tusuk.

"Memang tadi ada tawuran antara SMAN 6 dan SMAN 70 sehabis zuhur. Sudah biasa kedua SMA itu tawuran," kata Sony, tukang parkir di kawasan itu.

Salah seorang guru SMAN 70, Cecep mengatakan, satu korban yang meninggal dunia bernama Alawi (15), siswa kelas X SMAN 6. Dia mengalami luka tusuk benda tajam di bagian dada.

Menurutnya, selain Alawi, ada dua siswa lagi menjadi korban aksi tawuran itu yang mengalami luka berat. "Ada dua orang luka berat. Namun, belum diketahui identitasnya," terang Cecep saat dijumpai di lokasi. Kini, ketiga korban kini dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (ALI/FRD)

SMA 6 dan 70 Tawuran Lagi, Satu Pelajar Tewas
Tribunnews.com - Senin, 24 September 2012 14:41 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Siswa SMA 6 dan 70 kembali terlibat tawuran di bundaran Blok M, Jaksel, Senin (24/9/2012) sepulang jam belajar.
Tawuran para pelajar kali ini mengakibatkan seorang pelajar SMA 6 tewas terkena sabetan senjata tajam.
"Korban siswa Kelas 10 dari SMA 6 atas nama Alawi," ujar Kasubag Humas Polres Jaksel, AKP Aswin.
Kini, korban tengah divisum di RS Muhammadiyah Taman Puring Jaksel.
Belum diketahui penyebab tawuran tersebut. Namun, jajaran Polres Jaksel sudah mulai memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui tawuran pelajar itu.
"Pasti kami turun tangan. Kami sedang lakukan penylelidikan dan penyidikan," jelasnya.

Siswa SMA 6 dan SMA 70 Tawuran, Satu Siswa Tewas Dibacok
Danu Damarjati - detikNews
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda

Jakarta Tawuran kembali pecah di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan, antara siswa SMA 6 dan SMA 70 Jakarta. Tawuran ini menyebabkan seorang siswa SMA 6 kelas X tewas akibat kena bacok di bagian dada.

Pantauan detikcom, Senin (24/9/2012), jenazah Alawi masih berada di ruang IGD RS Muhammadiyah, Taman Puring, Jakarta Selatan. Jenazah ini sudah ditutupi selimut.

Puluhan siswa-siswi SMA itu berkerumun di depan rumah sakit tersebut. Terlihat juga beberapa orang petugas kepolisian di sekitar rumah sakit tersebut.

Tawuran di Bulungan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu puluhan siswa sekolah bentrok di sekitar Bulungan. Mereka saling lempar batu saling kejar di lokasi padat lalu lintas ini. Para pelajar ini juga membawa kayu dan bambu untuk saling serang.

Kapolres Jaksel Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan, tawuran melibatkan puluhan pelajar kedua sekolah itu. Selain korban tewas, ada tiga korban luka-luka.

"Pelakunya masih kita kembangkan," ujar Wahyu di RS Muhammadiyah.

Sekadar diketahui, SMA 6 dan SMA 70 hanya berjarak 300 meter. Siswa kedua sekolah elite itu sering terlibat tawuran.

Tawuran SMA 6 vs SMA 70 Sudah Diskenariokan?
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Lahan yang luas dan berada di pusat bisnis kota Jakarta tentu menggiurkan bagi pebisnis manapun.
Disitulah  letak lokasi SMA 6 dan SMA 70 di Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Dua sekolah itu kerap tawuran dan kejadian terakhis seorang siswa meninggal.
Tawuran kedua sekolah itu memunculkan dugaan ada skenario persaingan memperebutkan lahan sekolah.
Anggota Komisi X DPR RI, Nasruddin, menegaskan ada indikasi kuat tawuran siswa kedua sekolah yang letaknya berdekatan itu direncanakan atau diskenariokan pihak tertentu.
"Ada tim yang mengadu sekolah agar diambil solusi sekolah dipindah  kemudian dijadikan lokasi mall atau perusahaan. Karena kawasan Mahakam dan Bulungan dinilai sebagai lokasi strategis untuk pebisnis," ujar Nasruddin dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala Sekolah SMA 70 dan SMA 6 di gedung DPR RI Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Nasruddin yang mengaku anaknya sekolah di SMA 70 itu sangat menyayangkan terjadinya tawuran karena pengamanan di sekolah itu sangat lemah.
"Anak saya sekolah di SMA 70. Parkir mobil saja sudah ada petak-petak. Anak saya di situ pernah kena celurit, dirawat 14 hari. Habis salat Jumat diserang," kata dia.
Perhatian guru terhadap siswa, menurut Nasruddin, sangat minim terbukti waktu anaknya masuk rumah sakit hanya dijenguk dua gurunya.

M Nuh: Cukup, Tawuran SMAN 6 dan 70 Ini yang Terakhir
Tribunnews.com - Selasa, 25 September 2012 16:41 WIB
Laporan Wartawan Tribun Jakarta Mochamad Faizal Rizki
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menyatakan penyesalannya atas peristiwa tawuran antarsiswa yang menewaskan siswa SMAN 6 bernama Alawy (15), Senin (24/9/2012) kemarin.
Menyikapi hal ini, Muhammad Nuh telah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo guna membahas masalah tersebut.
Muhammad Nuh menegaskan kasus ini harus menjadi yang terakhir, tidak boleh terulang lagi.
"Pada hari ini kami, Pak Gubernur (Fauzi Bowo), kepala dinas pendidikan, kepala sekolah kedua pihak dan komite sekolah, bertekad menjadikan kasus ini yang terakhir," tegas M Nuh, saat menggelar jumpa pers di ruang Audiovisual SMA Negeri 6, Jl Mahakam, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2012).
"Kita tidak ingin mendengar cerita kekerasan lagi antara SMA 70 dan SMA 6. Kita ingin menjadikan kedua sekolah ini menjadi sekolah unggulan dan harmonis, yang menunjukan prestasi yang luar biasa," kata Nuh saat menggelar jumpa pers di ruang Audiovisual SMA Negeri 6, Jl Mahakam, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2012).
Tanpa memberikan langkah kongkret seperti apa nanti penyelesaian konflik yang terus terjadi di kedua SMA yang berdekatan itu, Nuh hanya memberikan dukungan penuh kepada kedua sekolah untuk menjelaskan program-program untuk mewujudkan harmonisasi antar kedua sekolah yang hanya berjarak 300 meter tersebut.
Ia menegaskan, pemerintah, Pemprov DKI dan pimpinan kedua sekolah tidak ingin konflik antarsiswa kedua sekolah tersebut terus terjadi.
"Kami tidak ingin terjadi seperti antara Israel dan Palestina. Kita minta dua-duanya stop. Kita tutup mulai hari ini dan buka lembaran baru bagi kedua sekolah. Mulai hari ini kita beri dukungan penuh untuk penyelesaian kasus ini," lanjutnya.
Sebelumnya tawuran antara pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta pecah di kawasan Bulungan tidak jauh dari Blok M Plaza pada Senin (24/9/2012) kemarin siang.
Tawuran tersebut menyebabkan Alawy, siswa SMA 6 kelas X berusia 15 tahun, tewas akibat terkena sabetan celurit di bagian dada.
Alawy tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Kebayoran Baru.
Jenazah Alawy telah dimakamkan di TPU Poncol, kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Selasa pagi, (25/9/2012).

Terkait Tawuran, Polisi akan Mediasi SMA 6 dan SMA 70 Jakarta
Pandu Triyuda - detikNews
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda

Jakarta Pasca tewasnya siswa SMA 6 Jakarta yang diduga dibacok oleh siswa SMA 70 Jakarta di depan KFC Bulungan, pihak kepolisian akan membantu mediasi dua sekolah tersebut. Selain itu, polisi mengamankan lokasi untuk mencegah terjadinya aksi serupa.

"Kita melakukan langkah-langkah preventif dengan menurunkan petugas keamanan (pihak kepolisian) melakukan jaga di sekitar TKP maupun di lingkungan sekolah untuk sementara waktu," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Senin (24/9/2012).

Menurut Wahyu, pihak kepolisian selain melakukan kerja sama keamanan dengan pihak sekolah, polisi juga akan melakukan mediasi dengan kedua sekolah.

"Besok rencananya kita akan pertemukan kedua belah pihak. Terdiri dari guru sekolah SMA 70 dan guru sekolah SMA 6," ungkapnya.

Wahyu pun menghimbau agar kedua sekolah, bisa menghentikan aksi kekerasan yang berujung maut ini. "Kita sudah menghimbau baik SMA 6 dan SMA 70 untuk bisa mengendalikan dari pada siswanya," pungkasnya.

Seperti diketahui tawuran antara siswa SMA 6 dan SMA 70 Jakarta kembali pecah di kawasan Bulungan, Jakarta Selatan. Tawuran ini menyebabkan seorang siswa SMA 6 kelas X tewas akibat kena bacok di bagian dada.

Korban tewas bernama Alawy. Dia merupakan siswa kelas X berusia 15 tahun. Menurut saksi mata ketika tawuran pecah, Alawy sedang makan gulai di tikungan Bulungan (gultik). Dia lantas lari menyelamatkan diri bersama teman-temannya.

Malang, dia terjatuh di depan KFC Bulungan dan langsung mendapat sabetan celurit di dadanya. Remaja kelahiran 1997 itu pun meninggal dunia.

Jarak SMA 6 dan SMA 70 berjarak 300 meter saja, tak jauh dari Blok M Plaza. Siswa kedua SMA unggulan itu selama ini sering tawuran.

(ndu/trq) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar